Quantum
Bismillah merupakan proses men-sugesti diri sendiri yaitu merasakan
sensasinya lingkungan alam semesta sebagai suatu ruang dengan suasana
beranekaragam, dan potensi dirinya menjadi cahaya yang bermanfaat bagi
diri sendiri maupun bagi orang lain.
Pasal 2
Quantum,
merupakan istilah yang biasanya di pakai dunia fisika, di pinjam untuk
menjelaskan tentang Quantum Bismillah sebagai interaksi yang mengubah
energi menjadi cahaya. Penjelasan tentang quantum lebih detail silahkan
baca Materi Tentang Kuantum Dalam Dunia Fisika.
Pasal 3
Adapun
sugesti itu dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi berfikir.
Sugesti apapun ditentukan oleh Instrumen ( yang meliputi media, input
dan prosesnya ). Dalam hal ini Bismillah dijadikan intrumen sugesti
ataupun sebagai kekuatan pikiran berbasis Tauhid, niscaya ada
keselarasan dengan mekanisme pertolongan dari Allah. Penjelasan Tentang
fadhilah Bismillah bisa di baca pada materi Dahsyatnya Bismillah.
Pasal 4
Jadi,
Quantum Bismillah ialah “interaksi-interaksi yang mengubah suatu energi
menjadi cahaya.” Mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting
dari tiap interaksi manusia. Maka sebaikya Manusia meraih sebanyak
mungkin cahaya dari interaksi yang positif dan inspiratif agar menampung dan menghasilkan
energi cahaya sebanyak banyaknya. Disinilah kegunaan Bersilaturahmi dengan orang sholeh
Pasal 5
Quantum
Bismillah menggabungkan sugesti dengan teori metode ilmiah, keyakinan
dan sunnatulloh, berdasarkan pengalaman nyata. Fenomena “kekuatan
pikiran” yang tak terbatas, dan otak manusia mempunyai potensi yang sama
dengan yang dimilliki oleh Albert Einstein. Proses bekerjanya pikiran
seperti spons menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan
bahasa dengan “cara yang permanen. Hal ini menegaskan bahwa keyakinan
untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi suatu
capaian yang di sebut SUKSES
Pasal 6
Dasar
sugesti dan kekuatan pikiran adalah hadis Nabi dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan
hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku
saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia
mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang
lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR.
Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]
Pasal 7
Memiliki
Persangkaan yang baik terhadap Allah atau husnudhon billah dan selalu
mengingat Allah atau dzikrulloh, menjadi dasar Quantum Bismillah,
sehingga bisa menempuh Bismillah menuju Billah. Ada caranya, Insya Allah
dalam pembahasan berikutnya.
BAB 2 .....
